[Review] Total Recall


Total Recall (2012)
Date of watching: 3 August 2012
Cinema: Setiabudi One 21
Duration: 121 minutes
Starring by: Colin Farrell, Kate Beckinsale, Jessica Biel
Directed by: Len Wiseman

Intisari: Setelah Perang Dunia III, bumi terbagi menjadi dua wilayah besar yaitu United Federation of Britain dan The Colony. UFB adalah wilayah yang elit dan menjajah, sementara The Colony wilayah yang penduduknya dikategorikan dalam kalangan bawah, tidak sederajat. Di tengah sibuknya kehidupan di bumi tahun 2084, seorang warga koloni yang bekerja sebagai perakit polisi robot, Douglas Quaid (Colin Farrell) kerap terganggu dengan mimpi-mimpinya yang aneh dan selalu sama. Lori (Kate Beckinsale), istri yang sudah dinikahinya selama 7 tahun khawatir dengan perkembangan Quaid yang semakin aneh sejak mengalami mimpi yang sama. Dalam mimpinya, dia bersama seorang wanita yang tak dikenal (Jessica Biel) dikejar-kejar oleh sekelompok polisi robot. Tidak ingin mengkhawatirkan istrinya, Quaid pergi ke sebuah tempat bernama Rekall untuk mengingat sesuatu di masa lalu yang mungkin berkaitan dengan mimpi anehnya itu. Kehidupan Quaid yang semula membosankan dan tak berarti berubah 180 derajat sejak saat itu.

###

Begitu film ini dirilis tanggal 3 Agustus lalu, gue langsung ngacir ke bioskop terdekat sehabis pulang kerja. Colin Farrel adalah salah satu alasan kuat gue untuk mantengin layar lebar selama hampir satu setengah jam film ini berlangsung. Dari beberapa minggu sebelumnya saat gue nonton trailernya, gue udah langsung tergoda sama film ini. Keren! Itu komentar yang meluncur dari mulut gue waktu itu. Jadi nggak salah dong kalo gue buru-buru pengen nonton filmnya.

Total Recall (2012) adalah film remake dari film berjudul sama di tahun 1990 yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger. Gue pribadi belum pernah nonton versinya mantan Gubernur California itu, tapi sepertinya cukup sukses di masanya. Karna belum pernah nonton film aslinya, gue nggak akan ngebanding-bandingin dengan versi yang sekarang. Nggak guna juga dan udah beda jaman, hehehe…

Mengikuti alur cerita Total Recall (2012) dari awal sampai akhir, kita akan mendapati banyak sindiran tersirat di sana-sini untuk pemerintah Amerika Serikat. Weisman sang sutradara sepertinya ingin memperlihatkan kepada penonton bahwa kolonialisme di masa kini masih terjadi, hanya saja bentuknya semakin samar dan seringkali dibalut dengan mengatasnamakan kepentingan dan kesejahteraan kelompok masyarakat tertentu. Seringnya kelompok mayoritas atau bangsa adidaya. Liat aja kesenjangan sosial yang terjadi antara penduduk UFB dan The Colony, jauh banget. Rencana invasi UFB ke The Colony akibat merosotnya lahan untuk tempat tinggal pun dibungkus rapi oleh sang pemimpin yang bernama Vilos Cohaagen, seolah-olah mereka sedang menumpas para penjahat perang yang hendak melancarkan aksi terorisme. Terasa sangat familiar ya?

Anyway, film ini cukup menghibur dari segi audio visual. Meskipun gue nggak yakin bumi akan berubah jadi sedemikian sophisticated di tahun 2084, harus diakui bahwa penggambaran kemajuan teknologi dan kehidupan orang-orang di dalamnya layak diacungi jempol. Bayangin aja, mobil di masa depan bisa melaju super kencang tanpa rodanya harus beradu dengan aspal. Udah gitu bisa berjalan menggantung di bawah jembatan kayak kereta gantung di TMII segala, hehehe..

Setting tempat yang sangat futuristik memang jadi jawara di film ini. Lo bisa dengan jelas mendapat gambaran seperti apa strata sosial orang-orang yang tinggal di The Colony dan di The United Federations of Britain (UFB) dengan melihat lingkungan tempat tinggal mereka. Kerasa banget bedanya, yang satu inferior dan terbelakang, yang satunya lagi super canggih dan terkesan angkuh. Nggak cuma itu aja, gadget canggih seperti handphone yang bisa ditanam (ngikut keypadnya juga, man!) di dalem tangan si pemilik, sempat membuat gue terheran-heran. Gue rasa di jaman itu, pencurian handphone berkurang drastis ya. Karna buat ngerampas hape orang, lo harus ngeluarin dulu dari (atau motong) telapak tangannya! Hiiiyy!

Terlepas dari setting tempat dan gadget canggih yang bertebaran di sana-sini, hanya ada satu yang mencuri perhatian gue, yaitu aktingnya Kate Beckinsale sebagai Lori Quaid. Beckinsale dengan sukses menghipnotis penonton dengan gerak lincahnya waktu ngejar-ngejar Farrel dan Biel. Naik turun gedung bertingkat, lompat dari atap rumah yang satu ke atap rumah yang lain, dan wuss terjun ke lift yang bergerak sepersekian detik setelah memasang bom di lift yang ditumpangi oleh kedua musuhnya itu. Keren! Emang cocok banget peran ini dimainkan oleh aktris yang membintangi film Van Helsing (2004) dan Underworld (2006 & 2009) tersebut. Gimana dengan aktingnya Farrell dan Biel? Not bad. Tapi yah ketutupan sama ganasnya akting Beckinsale, jadi biasa aja.

Dari segi cerita, gue sedikit kecewa. Menurut gue, buat apa si Farrell jauh-jauh, capek-capek, susah-susah mempertaruhkan nyawanya buat nyari Matthias (Bill Nighy) sang pemimpin pemberontakan kalau akhirnya itu orang mati bahkan sebelum gue bisa ngeliat kehebatannya dia! Eerrgghh! Kalo gue berperan jadi Doug Quaid, mungkin gue bakalan tereak, “Jadi gue ke sini cuma buat ngeliat lo mati aja gitu? Gitu? GITU?!”

Satu hal lainnya yang menarik perhatian gue adalah tulisan “Rekall” pada billboard iklan yang dilihat oleh Quaid di akhir film ini. Di bawah kata dari Bahasa Inggris itu, terdapat tulisan dalam huruf Hangeul (aksara Korea) yang dibaca “rikol” (cara membaca kata ‘recall’). Hmm, gue jadi bingung sendiri, soalnya Rekall yang didatangi oleh Quaid di awal film sangat kental nuansa budaya Cinanya. Mungkin Weisman nggak ngeh kali ya sama huruf hangeul itu atau dipikirnya Cina dan Korea sama aja, toh penonton nggak ada yang ngeh juga.

Above all, Total Recall layak ditonton kok. Apalagi yang suka dengan film bertema futuristik dan action bertempo cepat yang hampir di setiap menitnya membuat penonton berteriak semacam, “Cepat! Cepat lari dari situ!” dan “Awas, bom!”

Trivia: – Adegan single fight Doug Quaid di dalam ruangan Recall dilakukan oleh Colin Farrell sendiri. Untuk ngedapetin gambar yang sempurna kayak yang kita liat di film, dia harus ngulang sampe 22 kali!
– Bob McClane, si operator Recall diperankan oleh John Yohan Cho. Kalo lo masih inget, Cho ini yang maen di film Harold & Kumar, hehehe~ Cho adalah aktor Amerika berdarah Korea.

Quotes: Never underestimate the power of one man (Vilos Cohaagen)

Rating: “Bak, bik, buk! Hiyaaaattt!”

3 Comments

  1. hahaha, gue emang pengen bikin rating yang beda dari movieblog biasanya.. abis susah juga kalo disuruh ngasih rating pake angka, jadi ya mendingan gue kasih rating pake emot lucu gini, lagian asik juga ratingnya bisa berubah-ubah, ga mesti pake skala 1-5 ato 1-10 hehehe..

    iya nih, banyak yang nonton gara2 Beckinsale.. tapi dia aktingnya keren, ga kayak Farrell yang melempem di sini ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s