[Review] Coriolanus

Coriolanus (2011)
Date of watching: 7 August 2012
Cinema: 21 Blok M Plaza
Duration: 123 minutes
Starring by: Ralph Fiennes, Gerard Butler, Vanessa Redgrave
Directed by: Ralph Fiennes

Intisari: Diangkat dari drama tragedi karya Shakespeare, Coriolanus berkisah tentang permusuhan mendalam antara jenderal Roma bernama Caius Martius (Ralph Fiennes) dengan komandan perang Volsci bernama Tullus Aufidius (Gerard Butler). Aufidius selalu kalah saat melawan Martius yang jago banget di medan tempur. Saking jagonya, Martius hampir mengalahkan Aufidius dalam sebuah duel. Pertarungan mereka berhenti karna ledakan bom memisahkan keduanya. Kemenangan Martius menaklukkan bala tentara Volsci membuatnya diangkat sebagai konsul. Dia dielu-eulkan rakyat Roma dan oleh Dewan Senat diberi tambahan gelar, yaitu Coriolanus yang diambil dari kemenangannya dalam pertempuran melawan Aufidius di kota Corioles, Volsci. Sayangnya, ada sebagian anggota Senat yang khawatir dengan popularitas Martius yang terkenal pemarah itu. Mereka takut dia akan menjadi diktator yang menginjak-injak rakyatnya tanpa kenal ampun, sehingga berusaha menjatuhkan dia dari posisinya. Rencana jahat itu pun jadi berubah jadi bencana bagi rakyat Roma.

###

Lidah lebih tajam daripada pedang. Itulah yang bisa gue simpulkan setelah menonton film ini. Tokoh Coriolanus (Martius) yang pemarah, sulit mengontrol kata-katanya, akhirnya malah mendatangkan malapetaka bagi dirinya sendiri dan juga keluarganya. Sayang banget, padahal dia jenderal perang yang hebat dan nggak pernah kalah ngelawan siapapun. Dikasih gelar, dielu-elukan rakyat Roma, eh bukannya malah nunjukkin sedikit rasa penghargaan, Coriolanus malah merasa geli dan nggak mau berterima kasih. Pemimpin yang aneh? Bagi sebagian orang, mungkin. Tapi kalo nonton film ini, gue rasa semua orang bisa maklum karna Coriolanus digambarin sebagai jagoan sejak umur 16 tahun dengan kemampuan menyerang musuh di atas rata-rata untuk orang seusianya saat itu. What do you expect from that? A ‘menye-menye’ character? No way!

Yang gue suka dari film ini adalah keberanian Ralph Fiennes untuk ngambil peran sutradara sekaligus aktor utamanya. Nggak gampang buat ngejalanin kedua peran itu secara bersamaan, apalagi cerita yang diterjemahin ke layar bukan sembarang cerita, tapi karya Shakespeare yang ditulis di tahun 1600-an. Fiennes nyaris sempurna mengangkat tragedi ini ke dalam sebuah film yang bersetting modern. Kalo Shakespeare masih idup, gue rasa dia bakalan nangis terharu, nggak nyangka bahwa setelah Romeo & Juliet, Hamlet, dan A Midsummer Night’s Dream, ada lagi karyanya yang difilmkan dengan cukup baik.

Selain mengadaptasi tragedi Shakespeare dengan baik, gue sangat suka dengan adu akting antara Fiennes dan Butler. Keduanya terlihat sangat bermusuhan sekaligus sangat mesra di saat yang sama. Ini emang ciri khas tragedi Shakespeare, dua tokoh saling membenci tapi juga saling mengagumi satu sama lain. Ikatan batin ini yang bikin tokoh Coriolanus dan Aufidius terlihat sangat cocok. Kayak ada chemistry antara mereka berdua yang tergambar dalam beberapa adegan dan dialog.. Saking ‘kliknya’, ada satu adegan di film ini yang mengingatkan gue akan bromance ala Brokeback Mountain, hehehe~

Meskipun agak-agak gimana gitu pas ngeliat adegan benci-benci-tapi-rindu antara Coriolanus dan Aufidius, gue sangat puas dengan penampilan kedua aktor itu. Terutama Gerard Butler! Gila, udah tua masih hot aja! I think he has to modify his name to Gerard Hot But(t)ler kekekekeke…

Anyway, selain kedua aktor itu, ada lagi yang mencuri perhatian gue di film ini, yaitu tokoh Volumnia (Vanessa Redgrave), ibunda Coriolanus. Meskipun digambarkan sebagai wanita uzur, Volumnia terlihat sangat kuat dan berpengaruh. Ya iyalah, anaknya bisa jadi jenderal, ibunya kayak apa coba? Redgrave yang sudah sering bermain dalam film adaptasi karya-karya Shakespeare tampil keren. Ekspresi bangga, sedih, senang, terharu, dan marah khas seorang ibu ditunjukkannya dengan sangat meyakinkan.

Secara keseluruhan, film ini lumayanlah.. Kenapa gue bilang lumayan? Soalnya gue tetap masih belom bisa menikmati kalimat-kalimat puitis ala Shakespeare dalam dialog antar tokoh di film ini.. Setting tempat dan waktunya udah jauh dari tahun 1600-an, tapi bahasanya masih kental dengan jamannya Shakespeare. Telinga gue rada gatel aja pas denger dialog-dialog macem, “Thou shalt be banished!” atau “I’ll fight with none but thee”.

Dan bukan hanya telinga gue aja yang gatel, tapi mata gue juga! Soalnya subtitle film ini bener-bener kacau! Beberapa dialog diterjemahin word per word, tumplek blek! Salah satu contoh yang gue catet adalah ketika Coriolanus berteriak ke anak buah tentaranya, “Make you a sword of me!” Kalimat itu diterjemahin jadi, “Buat pedangmu untuk aku!”

Selama gue nonton, gue cuma bisa mangap aja sambil geregetan ngoceh, “Ini penerjemahnya siapa? Ke mana sih translation editornya?” Gue yakin dosen-dosen dan anak-anak Sastra Inggris, terutama yang pernah garap book report atau makalah tentang Shakespeare, bakalan nangis nonton film ini.. Definitely lost in translation!

Trivia: Fiennes merupakan aktor jebolan Royal Shakespeare Academy, nggak heran kalau dia terbiasa menginterpretasi karya-karya sastrawan Inggris itu ke dalam lakon teater. Meskipun begitu, debutnya di layar lebar justru bukan membintangi salah satu tokoh dalam karya-karya Shakespeare. Fiennes ini bermain sebagai Heathcliff yang diangkat dari novel klasik karangan Emily Bronte. Pemeran Lord Voldemort dalam film-film Harry Potter ini pernah berperan sebagai Coriolanus di Teater Almeida di tahun 2000.

Quotes: A kiss… long like my exile, sweet as my revenge (Caius Martius Coriolanus)

Rating: “Uhm, gimana yaa?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s