[Review] Cita-citaku Setinggi Tanah

Cita-citaku Setinggi Tanah (2012)
Date of watching: 7 October 2012
Cinema: Gandaria City XXI
Duration: 80 minutes
Starring by: M Syihab Imam Muttaqin, Rizqullah Maulana Daffa, Iqbal Zuhda Irsyad, Dewi Wulandari Cahyaningrum, Agus Kuncoro, Nina Tamam, Donny Alamsyah
Directed by: Eugene Panji

Intisari: Agus (M Syihab Imam Muttaqin) berasal dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya (Agus Kuncoro) hanya seorang buruh di pabrik tahu, sementara ibunya (Nina Tamam) seorang ibu rumah tangga biasa yang sangat pandai memasak tahu bacem. Saking sederhananya, setiap hari Agus dan keluarganya hanya makan tahu bacem, tak peduli itu pagi, siang, atau malam. Suatu hari, gurunya memberi tugas karangan tentang cita-cita. Agus dan teman-temannya pun membicarakan cita-cita mereka. Sri yang genit dan suka dandan ingin menjadi artis terkenal. Jono ingin menjadi tentara, sementara bagi Puji, cita-citanya sangat sederhana, yaitu membahagiakan semua orang yang ditemuinya. Saat Agus bercerita bahwa ia bercita-cita makan di restoran Padang, teman-temannya tertawa. Sebab, bagi mereka cita-cita Agus sangat rendah tapi menyulitkan karena Agus tak punya uang. Sanggupkah Agus menggapai cita-citanya yang ‘cuma setinggi tanah’ itu?

###

Gue sangat jarang nonton film anak-anak, apalagi film anak-anak buatan dalam negeri. Film ini pun gue tonton karena dapet tiket gratis nobar bareng Kompasianers (*sebutan untuk blogger Kompasiana). Meski begitu, gue sangat menyukai film ini karena kesederhanaan ceritanya yang justru sangat mengena.

Sejak kecil kita semua selalu ditanyakan mengenai cita-cita. Ingin jadi apa kalau sudah besar nanti. Kebanyakan anak sudah mulai mengenali apa yang mereka inginkan, atau setidaknya mengenali apa yang orang tua mereka inginkan di masa depan. Dokter, guru, pilot, ilmuwan, mungkin jadi sebagian cita-cita yang akrab di telinga kita sewaktu kecil. Tapi tokoh utama dalam film ini, Agus, hanya bercita-cita makan di restoran Padang. Sesuatu yang mungkin bagi kita tidak terdengar seperti cita-cita, bahkan nyaris seperti bahan ledekan.

Kemiskinan mungkin jadi salah satu penyebab Agus ingin makan di restoran Padang. M Syihab Imam Muttaqin sangat apik membawakan peran Agus di sini. Wajahnya selalu terlihat berat tapi legowo setiap dia harus makan tahu bacem buatan ibunya. Bosan sekali makan tahu. Sementara di restoran Padang, para pelanggan tidak hanya bisa memilih makanan yang enak dan bervariasi, tapi juga dilayani bak seorang raja.

Oke, gue nggak bakalan ngebocorin ceritanya. Tapi gue cuma mau bilang kalo film ini sangat jleb! buat yang nonton karena it happens a lot in our daily lives. Ada berapa orang tua di dunia ini yang memproklamirkan dirinya suportif terhadap anak, tapi dalam kenyataannya malah menjadi penghalang terbesar bagi sang anak dalam menggapi cita-citanya? Banyak bukan? Kemiskinan memang pil pahit untuk ditelan, tapi menghalangi anak bermimpi itu lebih menyakitkan. Seolah kalau sudah miskin, ya udah jangan bermimpi macam-macam. Mungkin inilah yang ingin disampaikan oleh Eugene dalam CCST.

Yang bikin gue salut sama film ini, selain nggak berusaha menggurui, CCST juga hadir untuk memberikan kehangatan dan semangat bahwa sesulit apapun hidup kita, ya jangan pernah menyerah sama keadaan! Meski Agus merasa sedih karena kurang mendapat dukungan dari kedua orang tuanya dan juga jadi bahan tertawaan teman-temannya, semua itu nggak dia anggep sebagai halangan. Dengan cerdas dia memutar otak supaya dia bisa membuat cita-citanya itu terkabul.

Seperti kata Mbah Tapak yang menasehati Agus bahwa cita-cita itu bukan untuk seadar dituliskan, tapi diwujudkan. Agus pun berusaha keras setelah mendapat suntikan semangat dari si mbah. Sosok Agus di film ini bikin gue bercermin dan merasa malu. Ya, bener. Nggak peduli serendah atau setinggi apapun cita-cita lo, kalo lo cuma ngomong doang, nggak ada usaha buat ngewujudinnya sama sekali, itu cuma jadi angan-angan aja. Jleb banget! Gue sampe beberapa kali menitikkan air mata pas nonton film ini. Untung ruangan bioskop gelap, kalo nggak pasti udah malu banget. Masa udah segede gaban gini, nonton film anak-anak doang sampe nangis?

Trivia:
– Eugene Panji sang sutradara, lebih dulu dikenal menggarap video-video klip untuk para musisi. Ini adalah debut perdananya sebagai sutradara film.
– Seluruh hasil penjualan tiket film ini akan disumbangkan ke YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia). Sewaktu tulisan ini dibuat, film CCST sudah berhasil menjual sebanyak 2.603 tiket.

Quotes: Rejeki itu tidak pernah pergi, cuma menunggu waktu yang tepat untuk kembali. (Mbah Tapak)

Rating: Siapin tisu buat ngelap airmata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s