[Review] Dredd

Dredd (2012)
Date of watching: 16 October 2012
Cinema: Setiabudi One 21
Duration: 95 minutes
Starring by: Karl Urban, Olivia Thirlby, Lena Headey
Directed by: Pete Travis

Intisari: Di masa depan, dunia berubah menjadi kacau akibat adanya radiasi. Di suatu bagian daratan yang dulunya dikenal sebagai Amerika Serikat, ada sebuah kawasan tempat tinggal bernama Mega City One. Banyaknya penduduk dengan taraf hidup rendah dan kecanduan narkoba jenis baru bernama “Slo-Mo” membuat Mega City One panen kejahatan. Setiap harinya sekitar 17.000 kejahatan dilaporkan, tapi hanya sekitar 1 persen saja yang diproses oleh The Judges (hakim dan juri yang bertugas menindak kejahatan). Salah satu judge yang bernama Dredd (Karl Urban) sedang mengawasi anak baru bernama Anderson (Olivia Thirlby), seorang gadis cantik yang memiliki kekuatan membaca pikiran. Hari observasi yang seharusnya berjalan lancar malah berubah menjadi pertarungan antara hidup dan mati dengan kelompok gangster pimpinan Ma-Ma (Lena Headey), yang ternyata menjadi otak di balik peredaran “Slo-Mo”. Berhasilkah Dredd dan Anderson bertahan hidup dari gempuran Ma-Ma dan anak buahnya?

###

Sejak awal gue ngeliat trailernya, entah kenapa rasanya seperti nonton The Raid versi bule. Tapi efek visual film ini yang terlihat keren pun berhasil meyakinkan gue untuk tetap ke bioskop dan menontonnya. And that’s it! Ini memang The Raid versi bule! Bedanya settingnya di masa depan dan nggak pake adegan silat-silatan ala Iko Uwais versus Mad Dog gitu.

Dari segi cerita, Dredd ini sebenernya udah oke. Cuma entah kenapa, efek mengejutkan dan kesan barunya hilang sama sekali. Ya, mungkin karena pengaruh beberapa elemen ceritanya yang seperti mengingatkan gue akan The Raid. Dredd membuat gue berpikir orang-orang Amerika sangat parno dengan masa depan yang dalam film-film box office belakangan ini digambarkan high-tech tapi sekaligus kumuh dan bermasalah luar biasa. Liat aja Total Recall, Looper, dan Dredd. Gambaran kehidupan di masa depan kurang lebih sama semua kan?

Yang sedikit menolong dalam film ini adalah adanya efek-efek visual keren plus musik latar yang menggiring imajinasi penonton di beberapa adegannya. Contohnya waktu Ma-Ma ngefly abis make Slo-Mo. Di situ digambarin betapa dunia jadi keliatan surgawi dengan segala gelembung warna yang membuai. Belum lagi suara-suara seperti nyanyian malaikat yang mengiringi para pemakai Slo-Mo berfantasi.

Bukan… Meskipun mirip, Ma-Ma bukan zombie kok..

Film ini berhasil meyakinkan penonton bahwa Slo-Mo memang seasik itu, makanya bisa laku keras di pasaran Mega City One. Sayang seribu sayang, Dredd di Indonesia nggak hadir dalam versi 3D seperti yang berulang kali digaungkan dalam trailer internasionalnya. Kalo kata Bang Daniel Dokter sih, Dredd di Indonesia itu versi paket hemat hahahaha~ (*klik di sini untuk baca review Dredd versi beliau).

Dari segi akting, gue agak kecewa karena muka Karl Urban nggak keliatan karena dari awal sampe akhir film pake pelindung kepala. Ya, emang sih alesannya buat keamanan dan judge lain pun juga memakai pelindung kepala yang sama. Otomatis dia cuma akting suara doang. Agak nggak asik sih, expressionless gitu. Mendingan gue nonton Robocop sekalian *minta ditoyor*

Sementara partnernya, Olivia Thirlby, cukup oke buat peran ini. Penampilannya meyakinkan, meskipun di sini dia perannya sebagai rookie alias anak baru. Cuma ya agak kecakepan aja sih buat jadi judge. Terus udah digempur abis-abisan sama pasukannya Ma-Ma, kok penampilannya masih oke-oke aja ya? Rambutnya masih keren, mukanya nggak berminyak apalagi berkilat. Mungkin Mega City One full AC kali ya makanya nggak kegerahan sama sekali, hehehe~

Penampilan Ma-Ma barangkali jadi yang paling mending. Antagonisnya dapet. Baik muka dan hatinya rusak parah. Ma-ma terlihat kejam luar biasa. Sayangnya, juga bodoh luar biasa. Masa cuma buat nangkep dua orang judge aja mesti sampe ngebobol markas sendiri?! Maaannnn! Ini deh akibatnya kalo kebanyakan ngelem “Slo-Mo”. Kecerdasan mundur berpuluh-puluh level.

Trivia: Blok bernama The Peach Tree yang jadi markas Ma-Ma diambil dari nama restoran tempat penulis naskah Alex Garland dan kreator Dredd John Wagner pertama kali bertemu dan ngebahas film ini.

Quotes: Negotiation’s over. Sentence is death. (Judge Dredd)

Rating: Cocok buat yang demen film sejenis The Raid

*Movie stills from screenrush, filmofilia, superrobotmayhem

3 Comments

  1. Sebenarnya, Judge Dredd merupakan karakter Inggris. Tapi kami orang Amerika telah khawatir tentang masa depan sejak 1970-an. Kami hanya belajar untuk membuatnya terlihat keren pada tahun 1982 dengan film Blade Runner …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s