[Review] Life of Pi

13546040251559905815

Life of Pi (2012)
Date of watching: 3 December 2012
Cinema: Setiabudi One 21
Duration: 127 minutes
Screenplay by: David Magee
Music by: Mychael Danna
Cinematography: Claudio Miranda
Directed by: Ang Lee
Starring by: Suraj Sharma, Irrfan Khan, Tabu, Adil Hussain

Intisari: Piscine Molitor Patel (Pi) dan kakaknya, Ravi, lahir dan dibesarkan di sebuah rumah megah dengan kebun binatang di dalamnya. Ayah ibunya menganggap diri mereka sebagai kaum India baru yang tidak merasa agama sebagai bagian penting dalam hidup mereka. Meski demikian, mereka membebaskan Pi untuk menentukan pilihan atas agama yang diminatinya. Ketika Pi berusia 16 tahun, ayahnya memutuskan untuk menutup kebun binatang dan menjual semua hewan di dalamnya agar mereka sekeluarga bisa melanjutkan hidup di Kanada. Namun badai menyerang kapal yang mereka tumpangi dan memaksa Pi berpisah dari keluarganya. Di tengah kehilangan yang dialaminya itu, Pi harus belajar bertahan hidup di tengah samudera yang luas bersama Richard Parker…..seekor macan Bengal yang buas. Berapa lama Pi sanggup bertahan hidup? Akankah dia selamat dan kembali hidup normal seperti sebelumnya?

1354604085755752142

###

Life of Pi (2012) is one of the very few movies that make you think about the meaning of your life. There must be something, but what is it?

Dimanjakan dengan tata visual yang keren dan musik latar yang membuat hati berdesir, Life of Pi adalah salah satu film terindah di sepanjang tahun 2012, bahkan mungkin untuk beberapa tahun ke depan. Yang bikin film ini lebih keren lagi adalah ketika keindahan visual itu berpadu dengan jalan cerita yang memikat. Emosi gue dimainkan dengan sangat lihai oleh Ang Lee di sini. Gue tertawa saat Pi melakukan hal-hal serius namun menggelitik nalar. Gue ikut nangis saat Pi merasa putus asa mencoba bertahan hidup di atas sekoci di tengah lautan luas.

Gue salut banget dengan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini. Terutama animal trainernya. Keren banget bisa ngarahin para aktor hewan, bukan hanya agar bertingkah sesuai dengan jalan cerita, tapi juga menghadirkan jiwa dan emosi mereka dengan sangat hidup. Pandangan mata orangutan bernama Orange Juice saat kehilangan anaknya dalam kecelakaan kapal berbicara jauh lebih banyak, bahkan tanpa bantuan narasi atau dialog dari Pi.

Nggak banyak film yang bisa membuat penontonnya belajar banyak hal tentang hidup dalam durasi dua jam. Life of Pi adalah salah satu dari sangat sedikit film seperti itu. Dan film hasil adaptasi novel ini membuat gue pengen baca buku karangan Yann Martel yang juga berjudul sama itu.

1354604615932875462

Nonton Life of Pi mengingatkan kita bahwa keyakinan manusia akan Tuhan sangat personal sifatnya, terlepas dari apapun agama yang dianutnya. Tuhan hanya satu. Cara-Nya hadir saja yang berbeda-beda agar manusia, dalam segala perbedaan dan keterbatasannya, bisa menyambut-Nya dengan baik. Dan di tengah ketidakpastian hidup yang kita alami, Tuhan selalu beserta kita, meskipun kadang kita menjauh atau bahkan berusaha meninggalkan-Nya.

Pi yang menjalani tiga agama sekaligus, Hindu, Kristen, dan Islam menunjukkan bahwa ketiga agama tersebut membuatnya memahami kebesaran Tuhan. Sangat menarik saat melihat Pi remaja berterima kasih pada Dewa Wisnu karena sudah mengenalkannya pada Yesus. Begitu juga waktu dia menunaikan shalat lalu keesokan harinya meminta pada ayahnya agar boleh dibaptis.

Selama perjalanan Pi di kapal pun sangat terasa bahwa kebesaran Tuhan justru terlihat di masa-masa sulit dan ketika dia merasa sendirian. Terutama ketika Pi ‘menyerahkan’ dirinya kepada Sang Pencipta. It was so deep and peaceful.

Suraj Sharma, pemeran Pi muda, berhasil memerankan Pi dengan sangat baik. Meskipun perannya ini merupakan debut pertamanya di layar lebar, aktingnya bener-bener memukau. Pi terlihat begitu hidup, bersemangat, dan juga berani berkat Suraj. Dalam mengekspresikan ketakutan dan kesedihan pun, dia berhasil menggiring gue untuk ikut merasakan apa yang dia rasakan.

Begitu juga dengan para aktor lainnya yang relatif tidak terlalu dikenal, kecuali Irrfan Khan (Slumdog Millionaire, The Amazing Spiderman) dan Gerard Depardieu (Asterix et Obelix), yang meskipun porsi kemunculannya tak sebanyak Suraj, tetap memberikan warna tersendiri dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi gue.

Life of Pi adalah film wajib nonton pekan ini. Bagi yang belum nonton, disarankan untuk nonton versi 3D supaya tampilan visualnya makin menghanyutkan suasana hati.

1354604284995762815

13546043231527411655

Trivia: Awalnya, Tobey Maguire yang terpilih memerankan sang ‘penulis novel’ dalam film ini. Namun Ang Lee berpikir bahwa Tobey sudah sedemikian terkenalnya sehingga akan terlihat aneh melihatnya bermain dalam peran kecil. Peran tersebut pun diberikan kepada Rafe Spall.

Quotes: All of life is an act of letting go. But what hurts the most is not taking a moment to say goodbye. (Pi Patel)

Rating: Religiously beautiful!

*Movie stills taken from: movieroomreviews.com
**Emoticon from: Cute Factor ~ Miss Bone

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s