[Review] Demi Ucok

13578794321820861180

Demi Ucok (2013)
Date of watching: 7 January 2013
Cinema: Setiabudi One 21
Duration: 79 minutes
Screenplay by: Sammaria Simanjuntak
Starring by: Geraldine Sianturi, Mak Gondut, Sunny Soon, Saira Jihan, Nora Samosir, Joko Anwar
Directed by: Sammaria Simanjuntak

Intisari: Gloria Sinaga nggak mau hidupnya berakhir seperti Mak Gondut. Melupakan mimpi, menikah, dan live boringly ever after. Dia dihadapkan pada pilihan yang sulit saat proyek film keduanya tersendat karena biaya. Sebuah solusi pun ditawarkan oleh sang ibu. Satu miliar bersedia diberikan Mak Gondut kepada putrinya itu, asal….. kawin sama Batak! Sanggupkah Glo mencari dana untuk filmnya dengan mandiri? Atau haruskah dia kawin dulu demi mewujudkan proyeknya itu?

1357879517776259732

###

Demi Ucok adalah film pertama yang gue tonton di tahun baru. Sebuah film tentang anak dan emak Batak yang bikin gue, sebagai orang Batak, penasaran. Dan gue nontonnya bareng temen kerja yang juga Batak. Jadilah duo Batak menuju bioskop terdekat dari kantor dengan riang gembira, hehehe~

Biasanya para pembuat film Indonesia memasang wajah-wajah familiar untuk membintangi suatu film. Kalaupun ada wajah baru, paling porsinya tidak terlalu besar atau masih harus didukung dengan kehadiran bintang utama yang ngebantu dia terlihat bersinar di layar lebar.

Berbeda halnya dengan “Demi Ucok” yang bagi penonton kebanyakan belum pernah melihat wajah-wajah para pemainnya di layar lebar. Meskipun dua aktor di film ini, Sunny Soon dan Saira Jihan, sebelumnya berakting dalam “Cin(T)a” yang merupakan film pertama garapan Sammaria Simanjuntak (sutradara “Demi Ucok”).

Meski kurang populer, bukan berarti kualitas akting mereka nggak bagus. Apalagi ditambah kehadian Mak Gondut, ibunda Sammaria, yang berperan sebagai ibunya Glo di film ini. Bener-bener menceriakan suasana!


1357879628429734606

Film ini memang kental banget ngegambarin kehidupan keluarga inti Batak yang hanya terdiri dari ibu dan anak perempuannya. Konflik atau perbedaan argumen antara ibu dan anak perempuannya memang jamak terjadi di keluarga mana pun, terlepas dari suku apa mereka berasal. Tapi Samaria berhasil menerjemahkan konflik itu dengan baik dan mudah dimengerti penonton dari beragam kalangan dengan beberapa dialog dalam Bahasa Batak yang diberi subtitle Bahasa Indonesia. Serasa nonton film asing, hihihihi~

Nonton film ini bikin gue teringat nyokap yang profilnya kurang lebih mirip dengan Mak Gondut. Mamix (sebutan gue untuk nyokap) bertubuh gemuk, Batak banget, dan hobinya tuh menasehati gue dengan petuahnya yang kadang menyentil. Mirip Mak Gondut. Meskipun Mak Gondut lebih banyak berbahasa Batak dibandingkan nyokap gue dalam kesehariannya, hehehe~

1357879690532010591

Adegan di mana Glo memijat Mak Gondut pun sangat mengena di hati gue karena itulah yang nyaris gue lakukan setiap hari. Kadang kalo gue lagi capek banget, gue menolak memijat nyokap. Pas ngeliat Glo, yang meskipun beda pendapat dengan emaknya itu, mijetin kaki Mak Gondut, gue pun langsung berasa ditampar. Gue mikir, pulang dari bioskop, gue harus mijet kaki emak gue!

Meski belum pernah terjun ke dunia layar lebar sebelumnya, kemunculan Mak Gondut menurut gue merupakan nyawa dari film ini. Sudut pandang film ini memang sebagian besar diambil dari mata Glo. Tapi di saat beberapa scene Mak Gondut menghilang, gue merasa film ini berjalan agak lambat dan kurang gereget.

Mungkin karena gue kurang begitu suka dengan gaya penceritaan Glo yang suaranya terdengar agak sedikit malas dan mengawang-awang. Apalagi pas dia ngomong dalam Bahasa Inggris saat bertemu dengan tokoh sutradara idolanya, Qazriani Umi. Apa ini cuma perasaan gue aja ya?

Dan satu hal lagi yang kurang gue suka adalah kehadiran bencong yang menemani Glo di saat-saat dia sendirian. Apakah itu alter egonya? Atau sekedar khayalan belaka? Atau apa sih?

Emang sih di kebanyakan film, suara hati suatu karakter yang lagi bimbang mikirin solusi dari sebuah masalah sering diwakilin dengan versi karakter tersebut dalam sosok malaikat dan setan. Tentu aja kehadiran keduanya bikin si karakter makin bimbang dalam mengambil keputusan. Tidak halnya di Demi Ucok. Suara hati atau alter ego atau apalah itu namanya hadir dalam wujud bencong dan hanya seorang pula.

Kesimpulan sotoy gue adalah Glo nggak butuh banyak nasehat dari suara hatinya karena dia lebih mengandalkan logika. Keliatan dari cara berpikirnya yang nggak terlalu ambil pusing dengan ke-Batak-annya dan berusaha untuk merealisasikan mimpinya bikin film kedua ketimbang kawin sama cowok Batak buat nyenengin hati emaknya. Tapi kenapa harus bencong sih yang muncul buat adegan diskusi batinnya itu? Gue nggak benci bencong, tapi menurut gue itu agak mengurangi imej Glo yang tangguh dan logis aja.

Anyway, terlepas dari kehadiran bencong itu, film ini sangat layak diapresiasi. Nggak sia-sia deh Samaria ngumpulin dana dengan cara mengundang sebanyak-banyaknya orang jadi co-producer film ini. Gue menyesal tau info tentang co-pro Demi Ucok terlambat sehingga nggak bisa ikutan berpartisipasi mendukung film ini. Meski begitu, ini jadi terobosan baru bagi dunia perfilman Indonesia. Ini mematahkan banyak pesimisme bahwa bikin film itu harus punya uang segudang. Filmmakers muda yang nggak berkantong tebal bisa banget niru ide Sammaria buat ngumpulin dana bikin film. Inspiratif!

1357879745683172282

1357879795268692944

Trivia: Demi Ucok menjadi film pertama Mak Gondut, namun berhasil mengantarkannya sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik dan membawa pulang Piala Citra.

Quotes: Keberhasilan wanita Batak itu dilihat dari anaknya. Kalau anakmu lebih hebat dari anak Mami, baru kau boleh sombong, Glo. (Mak Gondut)

Rating: Asli ngakak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s