[Review] A Good Day to Die Hard

DHposter

A Good Day to Die Hard (2013)
Date of watching: 7 February 2013
Cinema: Setiabudi One 21
Duration: 97 minutes
Screenplay by: Skip Woods
Music by: Marco Beltrami
Casts: Bruce Willis, Jai Courtney, Sebastian Koch, Yuliya Snigir
Directed by: John Moore

Intisari: John McClane (Bruce Willis) rela menempuh perjalanan jauh ke Rusia demi menyelamatkan putranya, Jack (Jai Courtney), yang ditahan di penjara. Namun misi pembebasan putranya itu tidak berjalan dengan lancar karena sekelompok orang sedang mengejar-ngejarnya yang akibat melarikan diri bersama seorang tersangka kejahatan luar biasa. Berhasilkah pria-pria McClane ini meloloskan diri dari benang kusut yang membelit mereka?

DH8

###

Bioskop belakangan ini lagi rame banget sama film-film yang dibintangi oleh aktor laga tua tapi pengen eksis lagi. Dan berhubung film yang difranchise itu selalu punya penggemar berat, maka nggak heran kalau moviegoers bisa menyapa Om McClane di bioskop beberapa pekan ini.

A Good Day to Die Hard menyadarkan kita betapa cepatnya waktu berlalu sejak pertama kali Willis muncul di Die Hard tahun 1988 lalu. Meskipun belum kehilangan pesonanya, gue bisa melihat kerutan-kerutan di wajahnya dan kebotakan absolut sebagai penanda usia Willis.

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Begitulah garis besar film-film action semacam ini. Secara profesional, para jagoan boleh saja sudah berhenti dari jabatannya dulu atau tak lagi aktif sebagai polisi / detektif, dsb. Tapi masalah mana mungkin menjauh dari mereka. It’s naturally running in the script their blood to solve problems, hehehe~

Jadi, apa aja yang bisa kita lihat di A Good Day to Die Hard selain tanda-tanda penuaan di wajah Om Willis? Pastinya ada adegan kejar-kejaran seru, beberapa kendaraan yang meledak, musuh dalam selimut yang nggak diduga-duga kemunculannya. Formula yang klise tapi nggak pernah gagal bikin antusias penonton macam gue, hehehe~

Tapi A Good Day to Die Hard ga cuma nawarin itu aja dong. Keterbatasan akibat penuaan Willis menuntut film ini digarap lebih heboh lagi dari aspek visual dan plot cerita yang lain. Kalo nggak, buat apa mesti jauh-jauh pergi ke Rusia, kan? Hehehe~

Sayangnya, kehebohan yang ditimbulkan McClane and son di film ini sangat jauh dari ekspektasi gue. Ya, emang lebih banyak ledakan dan lebih banyak yang menderita kerugian materiil di film ini sewaktu bapak dan anak itu beraksi. Humor-humor segar pun lebih banyak diselipkan di tengah konflik dibandingin Die Hard series sebelumnya. Tapi, itu nggak bikin film ini jadi layak diacungi jempol karena ada beberapa logika yang dirusak dengan membabi buta di plot ceritanya. Terutama soal pembersihan udara di Chernobyl hanya dalam beberapa detik dari radiasi nuklir yang mengendap selama bertahun-tahun di sana.

Endingnya pun benar-benar maksa. Jack McClane yang seharusnya menyelesaikan misi dengan baik, malah ‘menyelesaikan’ subjek misi tersebut dengan gegabah. Gue pun jadi bertanya-tanya, apa dong intinya semua pengejaran dan susah payah dia lari ke sana – ke mari mempertaruhkan nyawa hanya untuk sebuah misi yang nggak jelas dibawa ke mana arahnya?

Heuh! Untung aja penampilan Courtney sebagai McClane junior yang super HOT itu sedikit menyelamatkan konsentrasi gue nonton dari siksaan pertanyaan ala ensiklopedi “kenapa begini?”, “kenapa begitu?” akibat pembabatan nalar yang dipake dalam plotnya.

Setelah Courtney muncul sebagai penjahat seksi di Jack Reacher beberapa waktu lalu, perannya sebagai McClane’s son di film ini makin membuatnya bersinar. Setidaknya ada harapanlah buat gue ngeliat dia lagi di film-film action berikutnya. But to be honest, gue harap peran-peran dia selanjutnya adalah bad guy, bukan protagonist or, worse, protagonist’s son like in A Good Day to Die Hard. Terus terang, kadar keseksian Courtney berkurang 45 derajat kalo dia berperan jadi cowok baik, hehehe~

Terlepas dari beberapa unsur yang nggak masuk akal di film ini, A Good Day to Die Hard jadi salah satu film yang layak tonton bagi pecinta film seri ini. Terus gimana buat yang bukan penggemar berat film seri Die Hard? Well, you can always save a seat for fangirling Courtney or fanboying the hot Russian-like chick in the movie, hehehe~

DH7

DH6

Trivia: Geng penjahat Rusia di film ini sama sekali nggak melibatkan aktor Rusia. Para pemerannya berasal dari Slovakia, Hungaria, Serbia, Mongolia dan Ukraina.

Quotes:

Jack: Do you go lookin’ for trouble or does it always find you?
John: I still ask myself the same question.

Rating: A good day to watch the eye-candies (Courtney and Snigir)

~ BONUS FOR SNIGIR FANBOYS ~

DH5

4 Comments

  1. ahaa.. I never think so deeply like you Intan about reviewing movie.. tapi memang kalau nonton film ini.. semacam wasting mission, actionnya sedikit melemah tertutupi oleh “drama melow” action antara bapak dan anak.. anyway saya tetap suka hahah berhasil membuat saya teriak2 dalam ruangan kursi merah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s