[Review] Texas Chainsaw 3D

TheTexasChainsawMassacre3DPoster

Texas Chainsaw 3D (2013)
Date of watching: 16 February 2013
Cinema: Blitz Megaplex Grand Indonesia
Duration: 92 minutes
Screenplay by: Kirsten Elms, Adam Marcus, Debra Sullivan
Casts: Alexandra Daddario, Dan Yeager, Tremaine Neverson, Tania, Raymonde, Thom Barry, Paul Rae, Bill Moseley
Directed by: John Luessenhop

Intisari: Heather Miller (Alexandra Daddario) akhirnya mengetahui bahwa dirinya adalah anak angkat. Bersama teman-temannya, dia pergi ke Newt, Texas untuk mengklaim warisan dari keluarga kandungnya berupa sebuah rumah mewah yang tak berpenghuni. Sayangnya, Heather tak hanya mewarisi rumah mewah itu saja, tapi juga sesuatu yang siap meneror mereka. Leatherface (Dan Yeager), pembunuh aneh yang hobi menguliti korbannya, pun siap menyambut Heather dan kawan-kawannya di rumah tersebut.

TC3

###

Setelah sepuluh tahun yang lalu gue dibuat ketakutan pas nonton Texas Chainsaw Massacre (2003), akhirnya gue bisa ketemu lagi dengan Leatherface. Apa kabar dia sekarang? Makin menua pastinya. Meski begitu, gue berharap penuaan tersebut nggak bikin kadar keseraman si manusia bertopeng kulit wajah korbannya itu menurun.

Dengan embel-embel 3D pada judulnya, gue berharap cukup banyak pada film ini. Nggak dalam bentuk 3D aja gue udah takut, apa jadinya kalau gambar yang disajikan di depan mata gue jadi lebih hidup? Ngeliat Leatherface merobek-robek organ tubuh korbannya dengan gergaji mesin yang legendaris itu? Wuihh, pasti nyeremin!!

Texas Chainsaw 3D ini ternyata bukanlah lanjutan atau remake dari film serupa di tahun 2003. Melainkan sambungan dari kisah orisinilnya yang dibuat di tahun 1974 dulu. Tenang aja, meskipun lo belom lahir di tahun itu, sutradaranya berbaik hati untuk memberikan cuplikan film jadul itu yang disambung dengan beberapa adegan baru (masih berlatar waktu tahun 1974) supaya ngerti pas nonton film ini.

Oke, I got it. Keluarga Sawyer (ini nama belakangnya Leatherface) diserang oleh sekelompok pria desa yang sudah resah dengan kehadian keluarga yang aneh itu. Singkat cerita, rumah mereka dibakar dan nyaris seluruh anggota keluarga Sawyer tewas karena terbakar dan tertembak peluru yang memang dialamatkan pada mereka.

Semuanya tewas, tentu saja, kecuali Leatherface yang berhasil selamat. Dan ohya, ada seorang lagi anggota keluarga yang selamat. Dia adalah bayi mungil yang akhirnya diambil oleh salah seorang dari pemuda desa itu.

Bayi bernama Heather itu pun dibesarkan layaknya anak sendiri oleh keluarga barunya. Namun, yang namanya ikatan darah, entah bagaimanapun juga akhirnya akan bersatu. Heather pada akhirnya bertemu dengan sepupunya, Leatherface (kok, namanya mirip-mirip ya?), meskipun untuk itu dia harus menempuh risiko mengorbankan nyawanya.

Oke, cerita yang sangat menarik. Meskipun agak bernuansa sinetron gitu, keluarga yang lama terpisah akhirnya bertemu lagi, okelah… Yang penting ada adegan kejar-kejaran dan potong-memotong yang udah lama gue nantikan…

Tapi, ternyata… Gue harus dibuat kecewa oleh kenyataan bahwa seiring bertambahnya usia, Leatherface nggak lagi cekatan mengejar korban-korbannya.. Kekecewaan gue berlanjut saat melihat BANYAK BANGET adegan sadis yang dipotong dengan semena-mena oleh lembaga sensor film kita yang tercinta…

Ouemjiii~ LSF lebih sadis daripada Leatherface ternyata.. Kenapa nggak sekalian aja ini film dilarang beredar di sini? Sakit hati gue pas nonton.. soalnya menurut gue, adegan-adegan di Texas Chainsaw 3D nggak seberapa mengerikan sebetulnya.. Itu pun mesti dipotong lagi sama LSF… Ya ampun, di mana letak seremnya nih film? *hiks hiks hiks*

TC2

Selain sensornya yang sadis, hal lain yang mengganggu adalah logika yang nggak jalan di film ini. What, logics? Nonton film brutal begini kok pake logika? Well, you might say that. At least, ijinkan gue untuk mengutarakan alasannya. Pertama, film ini merupakan sekuel dari Texas Chainsaw di tahun 1974. Dan disebutin bahwa ini adalah kejadian 20 tahun sesudahnya, which means, film ini berlatar waktu di tahun 1994.

Tapi apa yang terjadi? Salah satu adegan menunjukkan seorang polisi menggunakan ponsel canggih dengan fitur kamera untuk memvideokan reportasenya secara langsung kepada atasannya. Hmmmm, apakah perkembangan teknologi seperti itu udah ada di tahun 1994? I don’t think so. Itu baru satu contoh kecil tentang logika waktu yang aneh. Masih ada banyak lagi keanehan yang bisa lo liat waktu nonton film ini.

Anyway, berhubung sensornya cukup mengerikan, nggak banyak yang bisa diharapkan dari menonton film ini. Hanya drama dan bodi seksi Alexandra Daddario aja yang bisa dinikmati oleh para penonton cowok. Sementara untuk penonton cewek, nggak ada apa-apa. Mau nonton film ini buat modus ke gebetan ato pacar pun percuma. Filmnya nggak serem-serem amat. Bakalan dikira lebay kalo sampe jejeritan sambil grepe-grepe pasangan nonton. Mau fangirling Leatherface jelas nggak mungkin ya. Yaudah, pasrah ajalah… Heu heu heu~

TC1

TC5

Trivia: Nama salah satu tokoh di film ini, Sheriff Hooper, merupakan tribut untuk sang kreator sekaligus sutradara film Texas Chainsaw terdahulu, Tobe Hooper.

Quotes: Welcome to Texas, motherfucker! (Nikki) *sounds inappropriate, but this is the best quote so far*

Rating: Seindah wajahnya Leatherface~

2 Comments

  1. Hollywood mesti menghentikan mencoba membuat “Texas Chainsaw Massacre” lain. Film asli hanya efektif karena waktu dia dibuka. Kalau mereka ingin membuat “TCM” baru, Mereka harus menempatkan beberapa pemikiran ke dalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s