[Review] Zero Dark Thirty

ZDT

Zero Dark Thirty (2012)
Date of watching: 22 February 2013
Cinema: Setiabudi One 21
Duration: 157 minutes
Screenplay by: Mark Boal
Casts: Jessica Chastain, Jason Clarke, Joel Edgerton
Directed by: Kathryn Bigelow

Intisari: Maya (Jessica Chastain), agen CIA muda yang bergabung sejak lulus dari bangku SMA di tahun 2003 berkonsentrasi penuh untuk menemukan Osama Bin Laden. Namun perburuan orang paling dicari oleh Amerika itu bukanlah perkara yang mudah. Maya harus menghabiskan waktu satu dekade untuk melacak jejak Bin Laden yang sangat cerdik bersembunyi. Sebuah petunjuk mengenai Abu Ahmed, salah satu anggota organisasi Al Qaeda yang diduga sebagai kurir pesan Bin Laden berhasil didapatkan Maya setelah bertahun-tahun menyelidikinya. Operasi penangkapan Bin Laden pun segera disusun. Namun, tingkat keberhasilannya masih diragukan karena ternyata banyak agen CIA yang meragukan insting Maya mengenai keberadaan Bin Laden. Berhasilkah Maya membuktikan bahwa dirinya benar?

ZDT5

###

Dengan tagline “The Greatest Manhunt in History”, semua orang yang melihat poster Zero Dark Thirty pasti paham siapa yang diburu dalam film ini. Yup, lagi-lagi Osama Bin Laden menjadi ‘bintang’ dalam film garapan Amerika, setelah sebelumnya Codename: Geronimo dirilis. Meski sama-sama menceritakan perburuan Osama, pendekatan yang diambil oleh Kathryn Bigelow, sutradara Zero Dark Thirty, tentunya sangat berbeda dengan pendekatan yang diambil John Stockwell dalam Codename: Geronimo.

Sebagai sutradara yang sukses mengantar The Hurt Locker (2008) memenangkan kategori Best Picture di Academy Award beberapa tahun silam, Bigelow tentunya punya standard an citarasa lebih untuk membuat filmnya sesempurna mungkin. Nggak heran kalau durasi Zero Dark Thirty melar sampai 157 menit. Bagi yang senang dengan film-film action, jangan harap banyak adegan tembak-menembak atau penyerbuan bombastis di sini, karena memang bukan itu inti cerita yang mau disampaikan oleh Bigelow.

Dengan tokoh sentral seorang wanita yang merupakan agen CIA khusus pencarian Osama Bin Laden, Bigelow dengan teliti membangun emosi penonton sejalan dengan keseharian Maya. Agen CIA di film ini nggak digambarin sebagai orang yang sempurna, tangguh, dan expressionless seperti yang banyak ditonjolkan di film-film spionase Barat. Maya justru ditunjukkan sebagai pribadi yang cerdas luar biasa, namun bisa juga mengalami frustrasi saat objek buruannya seperti menghilang dari radar. Sebagai wanita, Maya juga bisa merasa sedih karena kehilangan rekan kerjanya akibat serangan pendukung fanatik Al Qaeda.

Tentunya bukan peran yang mudah bagi Chastain, tapi karena aktris ini termasuk jempolan dalam memainkan karakter, maka bukan hal yang sulit pula untuk menerjemahkan penjiwaan Maya sesuai maunya Bigelow. Terbukti, saat-saat paling membosankan dan paling bikin frustrasi yang dihadapi Maya secara detil dieksplorasi di film ini.

Wajar aja kalau durasi film ini pun akhirnya mekar hingga lebih dari dua setengah jam. Sebab Bigelow berusaha memadatkan perburuan Maya terhadap Bin Laden selama sepuluh tahun. Wuihh! Bukan main panjangnya perburuan ini. Sampai-sampai gue merasa pegal dan harus berganti posisi duduk sekitar lima-enam kali selama nonton.

Gue bilang begini bukan karena filmnya jelek atau bagaimana. Nggak sama sekali. Film ini justru bagus dan bikin gue mikir bahwa ternyata ada sosok wanita keren di balik tertangkapnya Bin Laden. Siapa yang bisa menyangka hal itu, mengingat imej CIA yang sudah lama melekat di benak gue sebagai sarangnya laki-laki. Meski bagus, gue menyayangkan beberapa adegan yang muncul di film ini.

Gue nggak bisa nyebutin secara detil adegan apa karena bakal berpotensi spoiler. Tapi menurut gue, adegan-adegan itu pun kalau dihilangkan dari film nggak akan banyak berpengaruh atau secara drastic mengubah inti dari film ini. Seandainya Dylan Tichenor dan William Goldenberg, duo editor film ini, bisa memangkas beberapa adegan tersebut, Zero Dark Thirty pastinya bakalan jadi film yang lebih nyaman untuk ditonton.

Selain durasi yang kelewat lama, gue hanya bisa menikmati peran Chastain dan Jason Clark (yang memerankan partner Maya selama di Pakistan, Dan) di film ini. Sebab bisa dibilang mereka berdualah yang memberi nyawa dalam alur ceritanya sehingga jadi lebih hidup dan, di beberapa bagian, lebih emosional. Selebihnya, para aktor lain hanya sekedar lewat aja dan nggak banyak berarti kemunculannya. Ini yang bikin film ini agak menyiksa sebetulnya, heuh~

Anyway, Bigelow sepertinya harus menemukan editor yang mampu meringkas filmnya supaya lebih nyaman ditonton, mengingat film-film sebelumnya, The Hurt Locker (2008) berdurasi 131 menit dan K19: The Widowmaker (2002) berdurasi 138 menit. Woww! One certainly has to do an extra effort to hold their bladder while watching her movies~

ZDT1

ZDT3

Trivia: James Cameron, mantan suami Bigelow, awalnya ditawari untuk menyutradarai Zero Dark Thirty sebelum akhirnya mengundurkan diri untuk berkonsentrasi menggarap sekuel film Avatar.

Quote: Can I be honest with you? I am bad fucking news. I’m not your friend. (Dan)

Rating: Get your pillow and blanket to the cinema~

3 Comments

  1. wah..akhirnya ngereview film favorit saya juga mba.. ^^

    “Sampai-sampai gue merasa pegal dan harus berganti posisi duduk sekitar lima-enam kali selama nonton” <————-haha, serius gitu mba? tapi kalo nonton di bioskop emang kayanya bakal kerasa banget sih ya durasinya.. ^^ untung saya nonton di rumah, jadi bisa tiduran sama kayang *ehh…🙂

    Tapi jujur ada beberapa adegan yang bikin jantung saya mau copot tuh kaya adegan bom di restoran, benera deh, pake headset–ga tau apa yang bakal terjadi, tiba2 meledak😦
    kerasa banget kagetnya

    • @Nugros: Iya, yang pas adegan restoran meledak itu aku juga kaget banget, Gros! kalo yang pas pangkalan militer meledak, nggak kaget sih, malah udah menduga..cuma tetep aja sedih😥

      tentang durasi, Django Unchained juga tiga jam durasinya tapi sama sekali nggak berasa lama pas nonton.. formulanya Tarantino emang ajaib! Nah, Bigelow ini filmnya bagus tapi agak dragging jadinya berasa banget kebelet pipisnya.. udah gitu beberapa adegan bikin stres sendiri nungguin kapan kelarnya, abis ini mau ke mana arahnya.. capek sendiri, hehehehe~

      • oh..yg pangkalan CIA itu sih udah nebak, paling yg bis di London tuh lumayan kaget ^^

        Haha, ya sih filmnya Bigelow emang cenderung serius & intens, cukup kotradiktif sama Tarantino yang ‘bisa dibilang’ film2nya fun–walau temanya serius, tetep aja pasti ada karakter2 yang nyeleneh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s