[Review] Insidious: Chapter 2

Ins_poster

[Review] Insidious: Chapter 2
Date of watching: 3 October 2013
Cinema: Blitz Megaplex Grand Indonesia
Duration: 105 minutes
Screenplay by: James Wan & Leigh Whannell
Casts: Patrick Wilson, Rose Byrne, Lin Shaye, Ty Simpkins, Barbara Hershey
Directed by: James Wan

Intisari: Setelah berhasil ‘mengembalikan’ roh sang putra ke dalam tubuhnya, Josh Lambert (Patrick Wilson) dan sang istri, Renai (Rose Byrne) harus berjuang keras untuk kembali ke kehidupan semula. Hidup normal ternyata bukan hal yang mudah untuk didapatkan keluarga Lambert, sebab roh yang mengikuti Dalton (Ty Simpkins) sang putra ternyata masih mengintai mereka. Masalah lama muncul kembali karena kali ini roh jahat tersebut tak lagi mengincar sang buah hati, namun mengincar Josh. Lembaran kelam masa lalu Josh pun dengan sangat terpaksa harus dibuka kembali untuk mencari jalan keluar dari belenggu roh jahat tersebut. Namun, kali ini keluarga Lambert harus berusaha keras karena Elise (Lin Shaye) sudah tiada dan tak ada lagi cenayang sehandal dirinya yang dapat membantu mereka seperti dulu.

Ins_2

###

Bagi yang udah nonton Insidious, film pertama yang mengawali sekuelnya yang sekarang lagi tayang di bioskop, pasti setuju kalo itu adalah salah satu film horror paling serem yang pernah dibuat. James Wan, sang sutradara, yang baru-baru ini menuai sukses lewat film horor berjudul “The Conjuring”, kembali untuk menakut-nakuti penonton yang masih setia mengikuti kisah seram keluarga Lambert. Hmm, berhasilkah dia?

Well, tanpa bermaksud lebay atau ikutan tren nonton film horror yang belakangan ini marak, Insidous: Chapter 2 harus gue acungi jempol karena ga kalah seremnya dengan film terdahulunya. Bahkan di beberapa adegan, film ini tampak lebih serem daripada yang gue bayangkan.

Gue bukan tipe orang yang gampang ketakutan nonton horor, tapi kalo emang filmnya pas dan bisa bikin gue ketakutan, otomatislah gue jadi penonton yang teriak paling kenceng di dalam bioskop. Salah satu adegan yang bikin gue teriak kaget adalah saat sosok hantu wanita di film ini tiba-tiba muncul. Juga sewaktu Dalton dikerubuti oleh segerombolan arwah yang berusaha memasuki tubuhnya yang ‘kosong’.

Bukan hanya adegan yang seram, tapi musik latar yang digarap Joseph Bishara pun ikut menyumbang kengerian yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. Terutama sewaktu titel film berwarna merah darah muncul di layar.

Memang nggak semua adegan di dalam film ini terbilang seram. Dibandingkan Insidious, sekuel ini pun menawarkan cerita yang sedikit ribet dan mungkin mengharuskan beberapa penonton untuk berpikir keras sebelum mengerti nasib keluarga Lambert akan dibawa ke mana. Meski begitu, gue puas nonton Insidious: Chapter 2 karena untuk ukuran film horor yang masih berpotensi dilanjutkan sampai beberapa chapter ke depan, James Wan mengemasnya dengan sangat baik.

Ins_9

Wan kentara sekali memerhatikan setiap detil yang dikerjakannya dalam pembuatan film ini (kecuali satu hal, yaitu bedak yang dipakai hantu wanita di film ini ketebelan banget). Entah bagaimana dia bisa mengarahkan setiap aktor agar muncul dengan tepat dan memperkuat suasana seram di rumah Lambert yang berhantu itu. Bahkan beberapa titik lemah di skrip bisa dipoles dengan cantik sebelum penonton keburu protes dan bertanya kenapa begini, kenapa begitu.

Gue berharap ke depannya, Insidious: Chapter 3 (kalau ada nantinya) bisa lebih seram tanpa harus memamerkan deretan hantu dalam jumlah banyak dengan beragam rupa. Dan ceritanya ga dibikin terlalu ribet, the less the better. Dan kalau bisa, ga ada lagi sosok Elise sang cenayang. Oh, please, setelah semua yang terjadi di Insidious dan Insidious: Chapter 2, biarin aja deh Elise beristirahat dalam damai. Toh, Wan dan Whannell nggak kurang kreatif untuk menciptakan hantu berapapun banyaknya, kenapa harus pakai cenayang daur ulang?

Overall, Insidious Chapter 2 adalah film yang pas bagi yang kangen ditakuti saat nonton horror. Buat yang ngaku penakut banget, mendingan nonton film ini siang bolong dan bareng serombongan temen.

Ins_5

Ins_8

Trivia: Dalam adegan di mana Specs dan Tucker menganalisa tape rekaman Josh kecil, logo Panasonic VCR yang mereka pakai terlihat aus di beberapa huruf karena menua. Logo yang semula bertuliskan Panasonic jadi terbaca “Panic”.

Quotes: In my line of work, things tend to happen when it gets dark. (Elise Rainier)

Rating: Yakin berani tidur sendirian abis nonton film ini?

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s